Monday, February 5, 2018

Daripada Berinvestasi Tidak Jelas dan Beresiko Bodong, Lebih Baik Beli Apartemen

Iming-iming return atau imbal hasil atas sebuah produk investasi finansial seringkali membuat calon investor tergiur untuk ikut menanamkan uangnya di sana. Bukannya memperoleh keuntungan malah dana yang ditanamkan hilang begitu saja.

Setahun yang lalu muncul kabar yang mengejutkan dari musisi muda Kevin Aprilio yang telah menjadi korban dari investasi bodong. Kevin Aprilio membenarkan hal tersebut dan mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 8,5 milyard !. "Ya, benar, rugi Rp 8,5 milyard," ujar Kevin Aprilio di kawasan Grand Indonesia, Jakarta Pusat, sewaktu diwawancara awak media, Kamis, 26/1/2017 silam. Kendati demikian, putra pasangan Addie MS dan Memes ini mengaku tak ingin memperlihatkan kemarahannya di depan publik.

Pianis grup musik Vierratale itu mengakui dirinya dan sang ayah merupakan korban dari penawaran investasi dengan iming-iming imbal hasil tinggi yang dikelola oleh Tommy Y Simanungkalit. Selain Kevin Aprilio dan Addie MS, terdapat banyak korban lain yang senasib dengan mereka berdua. Kevin Aprilio berharap Tommy Y Simanungkalit dapat belajar dari kesalahan yang dilakukannya itu. "Ya, gitulah. Mudah-mudahan dia belajarl dari kesalahannya," ucap Kevin Aprilio.

Kevin menceritakan, pelaku penipuan diduga adalah kerabat dekat ibunya, dan Kevin telah melakukan investasi sejak usia remaja. "Waktu itu saya masih kecil dan dijanjikan keuntungan 5% per bulan. Awal-awal saya ikut, bisa ditarik tapi lama-lama bermasalah," ujar Kevin Kevin menambahkan. Ia juga harus menanggung hutang kepada orang lain karena banyak yang menitipkan investasi kepadanya, sementara Kevin sendiri tidak mendapatkan ganti rugi sepeser pun dari pelaku. 

Kevin pada waktu itu belum berencana untuk melaporkan penipuan itu kepada pihak berwajib. Alasannya karena dirinya ingin fokus mengembalikan uang rekan-rekannya. "Saya sebenarnya mau melaporkan tapi nanti saja, saya fokus dulu untuk kembalikan uang mereka dulu." Masalah kerugian atas investasi bodong itu cukup mengganggu kondisi ekonomi Kevin namun dengan sabar ia mengatakan akan bertanggung jawab dan menyerahkannya kepada Tuhan. "Tentu saya secara ekonomi terganggu. Tapi yang penting imannya harus kuat, mendengarkan diri dengan yang di atas, kan harta tidak dibawa mati." 

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah di atasadalah agar kita selalu waspada dan senantiasa berhati-hati terhadap penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan berlipat ganda, terlebih apabila perusahaan tempat kita berinvestasi tidak mendapat ijin operasional dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau lembaga lain yang berwenang.

Berbeda dengan sektor finansial, jika kita membeli properti, wujud barang dapat kita lihat dan dapat dimiliki sepenuhnya, baik untuk digunakan sendiri ataupun untuk disewakan kembali ke orang lain. Meski demikian, tetap juga diharapkan bijak dalam membeli properti. Cek dokumen-dokumen legalitas seperti sertifikat, IMB, gambar denah, surat ukur, dan lain-lain. Dan sebagai info kepada pengunjung blog ini, unit apartemen yang dijual di sini sudah lengkap dokumen legalitasnya sehingga Anda tidak perlu ragu untuk membelinya.

No comments:

Post a Comment